Nama: Andrianto Ramadhan
Kelas: 1IA21
Matkul: ISD
PENDAPAT MENGENAI PEMILU 2014
Bismillahirrahmannirrahim
Menurut pandangan saya persiapan
pemilu legislatif 2014 semakin hari semakin kentara terasa dan terlihat, mulai
dari penyebaran kalender bakal calon hingga pemasangan spanduk partai politik
yang mengusung slogan-slogan menjanjikan entah itu janji2 palsu atau
bukan.
Sebagai
salah satu orang yang awam mengenai perpolitik saya sendiri melihat bahwa
fenomena yang berkembang tentang perpolitikan negeri ini masih sama dengan
tahun-tahun sebelumnya, tidak ada perubahan, baik pola dan prilaku partai
politik dalam meraih simpati masyarakat.
Mari
kita lihat pola kalender yang disebarkan oleh para bakal calon dalam meraih
simpati masyarakat, terlihat jelas bahwa foto-foto yang dipampang di dalam kalender
kebanyakan tidak ada hubunganya dengan tugas seorang anggota dewan walaupun ada
kaitannya, hanya sedikit sekal atau hanya formalitas saja.
Sebagai
orang yang awam politik, saya ingin mengatakan bahwa ini masih kajian tingkat
foto sudah seperti itu belum lagi kajian lain-lain yang sifatnya berhubungan
langsung dengan proses pemilu serta produk yang dihasilkan.
Lalu
apa pesan pentingnya dari masalah ini, bahwa kemungkinan tingkat rasionalitas
dan kesehatan berpolitik itu di negeri ini masih jauh dari harapan atau dengan
kata lain pemilu cerdas itu belum ada di negeri ini.
Kemudian, melihat isu-isu yang berkembang di masyarakat yang
menanggapi tentang pemilu ini juga masih sama dengan pola-pola yang
mereka pakai sebelumnya, dimana mayoritas dari masyarakat pemilih masih
bersifat apatis dan tanpa analisis dalam memberikan hak suaranya kepada orang
yang mereka pilih, misalnya berdasarkan kedekatan keluarga, sanak famili,
kenalan dan lain-lain walaupun mungkin orang yang mereka pilih itu tidak
memiliki kapasitas untuk menjadi seorang anggota parlemen, selanjutnya tipe
pemilih yang memilih karena diberikan imbalan dalam bentuk materi atau
sejenisnya yang di dasari oleh faktor ekonomi dan pengalaman negatif terhadap
orang yang mereka pilih sebelumnya karena ingkar janji, tertipu dan lain–lain
Kemudian
pemilih cerdas, ini yang sangat–sangat sedikit sekali jumlahnya dimana mereka
memilih penuh dengan analisa dan pertimbangan. dan pemilu ini pun menurut saya
kurang transparant, dan mohon disampaikan agar calon itu bisa berkaca dengan
baik apakah dirinya layak untuk menjadi seorang anggota parlemen
wassalamualaikum wr.wb
No comments:
Post a Comment